Banner Sponsor

Langkah Sukses Dalam Mendapatkan Pekerjaan


Dalam artikel ini saya akan mencba membantu sahabat, bagaimana mindset dan cara kerja sahabat  agar mendapatkan pekerjaan dengan cepat muda-mudahan lebih cepat dari biasanya.

Tidak bisa dipungkiri, data menunjukan bahwa angka pengangguran semakin tinggi sehingga peluang kerja semakin sedikit. Ada beberapa solusi yang bisa kita lakukan dalam menghadapi masalah ini, salah satunya ialah dengan mendorong dunia usaha seperti yang selama ini saya lakukan. memang betul, tidak semuanya harus menjadi seorang pengusaha. Jika sahabat ingin sukses melalui dunia kerja atau dunia pekerjaan, itu boleh-boleh saja. 

Mudah-mudahan artikel Langkah Sukses Dalam Mendapatkan Pekerjaan   ini bisa membantu sahabat meraih karir idaman.
Lakukan Apa Yang Disukai Atau Sukai Apa Yang Dilakukan memang, idealnya kita akan lebih menikmati pekerjaan yang kita sukai. Namun jika itu tidak ada, kenapa kita tidak menyambut lowongan yang ada kemudian kita menyukai pekerjaan itu. Memang bisa, bukankah rasa suka tidak bisa dipaksakan?

Kata siapa? Siapa yang sebenarnya mengatakan itu? Mungkin benar, ada banyak orang yang sudah mengalami bekerja di pekerjaan yang tidak disukai dan mereka gagal. Pertanyaanya, sudahkah mereka berusaha untuk menyukai pekerjaan itu?

Suka tidak suka sering kali hanya merupakan frame atau kerangka berpikir kita. Dan ini adalah sebuah kondisi berpikir. Yang namanya kondisi berpikir, maka kondisi itu bisa berubah. Ada teknik yang disebut dengan teknik reframing dimana sahabat bisa mengubah kerangka berpikir sahabat.

Salah satu caranya yang cukup mudah adalah, berusahalah untuk memikirkan sisi positif dari pekerjaan sahabat. Carilah hikmah kenapa sahabat mendapatkan pekerjaan tersebut. Syukurilah, sementara banyak orang yang tidak bisa mendapatkan pekerjaan.

Saya sendiri sudah membuktikan, apa yang dulu “saya pikir” menyukainya, ternyata tidak terlalu. Sementara yang dulu “saya pikir” tidak menyukainya ternyata menjadi menyukainya. Ini sudah menjadi bukti bahwa kondisi pikiran kita bisa berubah. Begitu juga terhadap pekerjaan.

Disisi lain, bisa saja yang kita sukai itu jelek bagi kita, sementara yang tidak kita sukai malah baik bagi kita. Kita tidak pernah mengetahui secara pasti. Jangan berpikir bahwa apa yang sahabat sukai itu pasti terbaik bagi sahabat atau sebaliknya, yang tidak sahabat sukai itu jelek untuk sahabat.

Kata siapa “tidak bisa dipaksakan”. bisa dong. Sudah banyak orang yang akhirnya melakukan dan menyukai apa yang awalnya mereka benci karena terpaksa. Kenapa tidak coba saja meski sebuah pekerjaan itu tidak sahabat sukai? Karena bisa saja, setelah sahabat mencobanya menjadi suka.

Jika sahabat bersikukuh untuk tetap ingin meraih pekerjaan yang sahabat sukai, itu oke-oke saja. Dan harus punya keyakinan akan itu. sahabat harus siap membayar apa yang diperlukan untuk mendapatkan pekerjaan idaman sahabat.

Cara Mudah Mendapatkan Pekerjaan Adalah Dengan Menjadi Yang Terbaik

Jika meminjam istilah pak Mario Teguh, jika sahabat ingin mendapatkan sesuatu, maka sahabat harus “memantaskan diri” untuk mendapatkannya. Namun tidak cukup sampai memantaskan diri, sebab banyak orang lain juga memiliki kepantasan untuk mendapatkan kerja yang sahabat inginkan. Jadi, sahabat harus menjadi orang yang paling pantas mendapatkan peluang tersebut.

Artinya, untuk menyambut lowongan kerja, sahabat harus terus meningkatkan kualitas diri sahabat. sahabat harus terus meningkatkan kemampuan sahabat jika tidak mau kalah sama orang lain. Apa saja kemampuan yang perlu sahabat miliki?

Yang pertama ialah sahabat perlu mengasah kemampuan utama atau spesialisasi sahabat. sahabat tidak perlu hebat di segala bidang, karena itu tidak mungkin. Cukup hebat di satu bidang spesialisasi sahabat agar sahabat bisa fokus, sehingga hasilnya optimal.

Yang kedua ialah kemampuan pendukung. Jika kita mencermati iklan-iklan lowongan kerja, hampir selalu, diperlukan berbagai kualitas pendukung. Kualitas-kualitas pendukung yang sering kali diminta oleh pemberi kerja diantaranya
  • Kemampuan bahasa Inggris
  • Kemampuan berkomunikasi dan persuasif.
  • Memiliki motivasi tinggi, proaktif, berpikir terbuka, dan kreatif.
  • Bisa bekerja sama (team work)
  • Kemampuan komputer (pendukung mis. MS Office) dan yang spesifik dengan kerja sahabat.
  • Mampu bekerja dengan target dan dalam tekanan.
  • Percaya diri
  • Dan sebagainya.

Silahkan pelajari berbagai lowongan pekerjaan di media. Perhatikan kualifikasi yang diminta. Pertanyaanya adalah apakah sahabat sudah memiliki kualifikasi tersebut?

Jadi, mulailah membuat rencana pengembangan diri sahabat sehingga sahabat menjadi orang paling pantas dalam bidang sahabat. Sebagai penutup saya pernah mendengar dari seorang pengelola Head Hunter*, dia mengatakan: “Sebenarnya lowongan kerja itu masih banyak, tetapi hanya untuk orang yang memiliki kualifikasi bagus.”

*Catatan: Head Hunter adalah orang yang dibayar oleh perusahaan tertentu untuk mendapatkan tenaga kerja. Artinya perusahaan butuh karyawan, sampai-sampai mau membayar head hunter untuk mencarikannya. Tapi, bukan karyawan sembarangan.

Kualifikasi Penting Karyawan Idaman Perusahaan
Dengan adanya fenomena Head Hunter, artinya perusahaan pun membutuhkan karyawan. Mereka sengaja mencari. Jadi bukan hanya sahabat yang membutuhkan perusahaan, tetapi perusahaan pun membutuhkan karyawan. Hanya saja, seperti disebutkan diatas adalah yang memiliki kualifikasi tinggi.

Selain sahabat menjadi ahli dibidang spesialisasi sahabat, ada 3 kualifikasi penting yang harus sahabat kembangkan sejak sekarang. Diatas sudah disingguh di daftar kualifikasi yang saya tebalkan.

Kemampuan Bekerja Sama
Saat sahabat masuk ke sebuah pekerjaan, otomatis sahabat adalah seorang anggota team yang sudah ada. Disinilah sahabat dituntut bekerja sama dalam team tersebut. Kehadiran sahabat harus memberikan kontribusi dan memperkuat team yang sudah ada atau sedang dibentuk.

Salah satu perusak sebuah team adalah adanya anggota team yang tidak bisa bekerja sama. Bukan hanya tidak memberikan kontribusi kepada team, justru malah merusak dan menghambat team. Akhirnya orang yang tidak bisa bekerja sama tidak akan disukai. Kalau pun sahabat sudah bisa diterima, sahabat dengan mudah bisa dipecat lagi.

Maka belajarlah tentang kerja sama. Kemampuan kerja sama sahabat bisa diuji saat wawancara. Bagi pewawancara berpengalaman, dari cara berpikir sahabat bisa ketahuan, apakah sahabat tipe orang yang mampu bekerja sama atau tidak. Maka siapkan diri sahabat dengan cara membangun mindset kerja sama.

Jangan berpikir sahabat bisa membuat kesan dengan menyusun kalimat-kalimat yang mengesankan sahabat seorang team player. Mungkin, untuk pewawancara matir bisa terkelabui, tetapi bagi yang berpengalaman akan merasakannya kalau itu dibuat-buat.

Bekerja Dalam Tekanan
Dalam dunia persaingan yang semakin ketat, atasan atau perusahaan sahabat akan menunut kontribusi besar. Namun bukan hanya kontribusi yang diperhitungkan, tetapi juga kecepatan sahabat memberikan kontribusi ini. Ini pasti sebuah tekanan, harus cepat dan besar.

Di sisi lain ada tekanan dari klien perusahaan, ada tekanan dari pesaing, ada tekanan dari pemilik saham, dan sebagainya. Karena sahabat bagian dari perusahaan tersebut, maka sahabat akan ikut kena getahnya. sahabat tidak bisa menghindar dari itu.

Maka wajar, jika banyak lowongan yang mensyaratkan sanggup bekerja dalam tekanan. Jika sahabat memiliki kemampuan ini, maka sahabat memiliki peluang lebih besar dibandingkan kebanyakan orang.

Biasanya mereka menguji daya tahan sahabat terhadap tekanan saat sahabat sedang dalam tahap percobaan. sahabat akan diberikan target yang berat dan sahabat harus berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikannya. Bukan hasil semata yang dilihat, tetapi sejauh mana sahabat tahan terhadap tekanan.

Percaya Diri
Alasannya sederhana, jika sahabat tidak mempercayai diri sendiri, kenapa berharap orang lain percaya kepada sahabat. Kepercayaan diri adalah awal sukses sahabat. Mulai dari membuat CV yang percaya diri. Wawancara dengan percaya diri. Dan dengan percaya diri siap mengemban tugas berat dari perusahaan saat sahabat dalam masa percobaan.

Bahkan percaya diri bukan hanya diperlukan saat berusaha mendapatkan pekerjaan, tetapi juga diperlukan untuk meraih sukses yang lebih besar. Saya selalu melihat kualitas ini dari setiap orang yang memiliki jabatan tinggi di perusahaan yang pernah saya temui.

Penutup
Memang untuk mempersiapkan diri menjadi pribadi yang dibutuhkan perusahaan, atau untuk menyambut lowongan pekerjaan akan membutuhkan waktu. Ada sebagian orang yang memilih tidak melakukannya dan lebih memilih sibuk melamar ke sana sini. Dan akhirnya tahun berganti tahun, pekerjaan pun tidak didapatkan.

Asah gergaji sahabat. Asah kapak sahabat. Agar saat digunakan memberikan hasil yang maksimal. Inilah cara Menyambut Lowongan Kerja – Cara Mudah Mendapatkan Pekerjaan.


0 Response to "Langkah Sukses Dalam Mendapatkan Pekerjaan"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel