Banner Sponsor

Langkah Audit Dan Pemeliharaan Keamanan Jaringan


      Audit teknologi informasi (information technology (IT) audit atau information systems (IS) audit) adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya. Berikut adalah Dangkah Dasar Audit Dan Pemeliharaan Keamanan Jaringan

1. Preventing
Preventing dilakukan untuk mencegah terhadap serangan yang membuka jaringan. Tool yang biasa digunakan untuk melakukan preventing ini adalah firewall.

2. Scanning Virus
Untuk menghindari kerusakan sistem yang fatal yang disebabkan oleh virus yang ada, maka perlu diadakan scanning virus dengan menggunakan antivirus. Setiap saat virus akan berkembang sehingga kita perlu mengupdate antivirus yang kita punya.

3. Monitoring
Monitoring dilakukan guna melihat traffic yang terjadi pada jaringan. Dengan monitoring kita bisa mengetahui apakah terjadi traffic yang tidak seperti biasa, karena apabila ada serangan pada sistem maka biasanya traffic akan langsung melonjak tingkat kesibukannya.

4. Detecting
Detecting dilakukan untuk mendeeteksi apakah usaha ataupun serangan yang bertujuan merusak sistem jaringan. Tool yang bisa digunakan untuk melakukan deteksi ini yaitu IDS.

5. Backup
Mengapa kita perlu mengadakan backup? Apabila sesuatu terjadi error pada sistem kita yang memang sudah fatasl maka kita diwajibkan untuk melakukan configurasi ulang atau restore. Untuk menghindari konfigurasi ulang yang membutuhkan waktu yang tidak singkat maka diadakan backup secara berkala (rutin). Sehingga apabila terjadi error tadi maka kita hanya perlu me-restore keadaan semula dengan menggunakan backup tadi.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel