-->

Jenis Investasi Syariah, Keunggulan dan Risikonya


Investasi syariah adalah investasi yang didasarkan prinsip-prinsip Islam atau tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam. Dalam investasi yang berbasis syariah, hal-hal yang bertentangan dengan prinsip Islam seperti riba, alkohol, judi dan pornografi dipastikan tidak akan menjadi sumber keuntungan.

Keunggulan Investasi Syariah

Sistem Bank Syariah disebut lebih menguntungkan dibanding dengan Bank Konvensional. Saat ini kesadaran masyarakat sudah tinggi akan pentingnya investasi untuk menabung sedini mungkin dan mempersiapkan masa depan, membuat investasi syariah ini banyak dilirik oleh semua kalangan muslim, juga non-muslim. Berikut ini adalah  penjelasan singkat mengenai keunggulan investasi syariah :
  • Bebas Riba - jelas untuk investasi syariah memiliki keunggulan satu ini, karena prinsip Islam yang dimilikinya, Riba sangat erat kaitannya dengan bunga yang diberikan kepada nasabah oleh pihak Bank, hal ini justru bertentangan dengan prinsip investasi syariah. Keunggulan ini lah yang menjadi alasan mengapa banyak orang melirik investasi syariah.
  • Minim Risiko - Investasi ini menggunakan perhitungan berdasarkan unsur kekeluargaan, sehingga bisa meminimalisir resiko yang kemungkinan terjadi.
  • Manajemen Islami - proses dan pengelolaan pada bank syariah haruslah didasarkan atas syariat Islam, nasabah tentu akan merasa lebih aman dan nyaman saat memilih investasi syariah.
  • Halal - karena karena pengelolaan investasinya menjamin halal seutuhnya dari hasil yang diperoleh. Prinsip syariah yang dijalani investasi ini mampu membawa manfaat untuk dunia dan dapat dipertanggungjawabkan di mata agama Islam.
  • Mengedepankan Kegiatan Sosial - Keunggulan investasi syariah lainnya yaitu, investasi ini juga digunakan sebagai sarana aktivitas kegiatan sosial, keuntungan dan manfaat tidak hanya dirasakan oleh para nasabah melainkan juga untuk orang lain. Sekaligus bisa menjadi penggerak kualitas bidang ekonomi, dengan mengurangi angka pengangguran di Indonesia.

Berikut ini jenis investasi syariah terbaik yang dapat kamu pilih jika ingin untung tanpa takut riba dan melanggar syariat Islam 

Investasi Saham Syariah

Tidak ada yang sulit ketika kamu ingin mencoba berinvetasi di jenis saham syariah, berinvestasinya sama saja dengan bermain di saham konvensional. kamu cukup mendatangi perusahaan sekuritas atau agen yang menjual saham. Di sana kamu dapat memilih saham berjenis syariah yang diminati. Namun tentu membeli saham tidaklah sama dan tidaklah semudah dengan membeli kue di toko. Ada beberapa hal yang mesti kamu perhatikan sebelum akhirnya dapat memiliki saham syariah yang diidamkan.

Deposito Syariah

Deposito syariah merupakan produk tabungan berjangka yang diterbitkan bank dan dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Saat ini terdapat banyak bank syariah yang menerbitkan produk ini.

Investasi Emas Syariah

Emas adalah investasi yang halal dan sesuai syariah Islam. Bahkan, sejak lama orang-orang Islam sudah menjadikan emas sebagai alat tukar. Di era sekarang, kita juga mengenal investasi emas digital. Dari sisi syariah, investasi jenis ini tergolong halal dengan sejumlah syarat di antaranya tidak menggunakan skema berbahaya seperti ponzi dan emas yang diinvestasikan benar-benar ada.

Reksa Dana Syariah
Bentuk investasi syariah lainnya adalah reksa dana syariah. Pada reksa dana syariah, perusahaan manajer investasi yang menghimpun dana dari para investor akan menginvestasikan uang pada instrumen seperti saham, obligasi, dan produk pasar uang yang tentunya sesuai dengan prinsip syariah.

Obligasi Syariah

Bentuk investasi syariah selanjutnya adalah Obligasi Syariah. Meski tidak berbeda dibandingkan obligasi konvensional yang merupakan surat utang dalam jangka panjang, obligasi syariah hanya diterbitkan sesuai dengan prinsip syariah. Di Indonesia, obligasi syariah sering juga disebut dengan nama sukuk.

Investasi Properti

Investasi di bidang properti merupakan pilihan alternatif bagi kamu yang ingin berinvestasi tanpa melanggar prinsip-prinsip syariah.
Kamu dapat membeli rumah, apartemen atau kondominium. Selama uang yang kamu gunakan untuk membeli properti halal dan properti tersebut tidak dipergunakan untuk kepentingan yang bertentangan, maka investasi properti dapat dikategorikan sebagai investais syariah.

P2P Lending

Peer to Peer Lending adalah konsep pendanaan yang dapat mempertemukan pihak pemberi pinjaman dan pencari pinjaman.
Sejumlah P2P lending di Indonesia telah memiliki produk syariah di mana pendanaan yang kita kucurkan dipastikan untuk kegiatan yang tidak bertentangan dengan pinsip syariah sepertipendanaan usaha.

Risiko Investasi Syariah

Selain keuntungan tidak menutup kemungkinan investasi ini mempunyai  resiko yang perlu kita waspadai, sehingga seblum menentukan pilihan pahami terlebih dahulu produk, tempat dan legalitasnya. Berikut adalah Risiko Investasi Syariah :
  • Risiko Kehilangan Modal - Ketidakpastian di masa depan membuat pendapatan investasi bisa untung juga bisa rugi. Jika menguntungkan, maka harta yang diinvestasikan otomatis akan bertambah, namun jika sebaliknya yang terjadi, maka nilai harta yang diinvestasikan akan menurun.
  • Risiko Ketidakpastian Return - Resiko investasi syariah selanjutnya yaitu resiko adanya ketidakpastian pada keuntungan dari berbagai sarana investasi yang ada. Resiko ini masih menyangkut pada resiko diatas, namun lebih terfokus pada keuntungan yang akan diperoleh dari investasi berbeda-beda.
  • Sulit Menjual Produk Investasi - Yang paling ditakuti saat orang berinvestasi yaitu ketika produk investasi yang dibeli sulit untuk dijual atau diuangkan kembali.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai bentuk-bentuk investasi syariah serta keunggulan dan resiko yang dimilikinya, semoga investasi syariah bisa menjadi pilihan terbaik untuk kita yang akan memilih investasi jenis ini. Semoga bermanfaat!

0 Response to "Jenis Investasi Syariah, Keunggulan dan Risikonya"

Posting Komentar

Terima kasih anda telah membaca artikel saya Tinggalkan Komentar anda

Cari Sesuatu

Adsense Artikel

Google Adsense Artikel 1

Google Adsense Artikel 2

Adsense Bawah Artikel